Elsye Tanihaha Jatuh Cinta Pada Bisnis Properti - Inforitel.com 54.158.194.80
 
 

RECENT UPDATE

Appeton Multivitamin Lysine Syrup

Appeton Multivitamin Lysine Syrup merupakan multivitamin penambah nafsu makan bagi anak dengan membangkitkan selera makan. Mengandung vitamin-vitamin dan lysine yang san.. Read More

Wardah Exclusive Two Way Cake

Menurut Wardah, hanya cukup dengan satu bedak, wajah Anda tidak hanya terlindungi dari sinar UV yang berbahaya dan polusi tetapi kulit wajah Anda juga akan terlihat le.. Read More

Ragam Pilihan Kebutuhan Fashion di Toko Katallog

Pernahkah Anda berkunjung ke Toko Katallog yang berada di Jalan Dipatiukur? Distro ini berbeda dengan distro yang lainnya di Bandung. Ketika datang kesini t.. Read More
 
 

Elsye Tanihaha Jatuh Cinta Pada Bisnis Properti

Kepatuhannya membantu orangtua sejak usia belasan tahun membawa Elsye Tanihaha jatuh cinta pada bisnis properti. Siapa sangka, pertama kali bersentuhan dengan bisnis properti, perannya sebatas mewawancarai calon karyawan yang ingin bergabung di perusahaan milik orangtuanya di Surabaya, Jawa Timur.

Kini, perempuan yang gemar berolahraga golf ini berperan strategis dalam mengembangkan bisnis kelompok usaha yang dibangun bersama adik dan kerabatnya, Blackstell Group. Elsye pun didapuk sebagai public relations, marketing, and business development director Blacksteel Group sejak 2012.

Dia mengaku selalu menyempatkan diri untuk melakukan hobi bermain golf, di sela kesibukan bisnis sehari-hari. Golf menjadi salah satu bagian hidupnya.

“Saya menyukai olahraga golf sejak tahun 1999. Pertama kali main di Boston, Amerika Serkat,” ujar sulung dari lima bersaudara di kantornya di Jakarta, baru-baru ini.

Golf adalah olahraga memasukkan bola dengan tongkat (stick) di lapangan rumput nan menghijau. Para pemainnya bergerak dari satu lubang ke lubang yang lain untuk memasukan bola berwarna putih seukuran kepalan tangan orang anak/remaja.

Di Jakarta dan sekitarnya, dia memiliki dua lokasi favorit bermain golf, yakni di kawasan Pantai Indah Kapuk, Jakarta dan Bogor Raya, Bogor. Di tengah kesibukannya berbisnis properti, Elsye mencoba untuk meluangkan waktu bermain golf setidaknya satu kali dalam dua minggu.

“Olahraga ini memberi saya ketenangan. Lewat golf juga saya belajar menyeimbangkan keterampilan dan ketenangan dalam mengambil keputusan,” papar perempuan yang pernah dua kali mendapat hole in one saat ikut turnamen golf di Taiwan, pada 2008 dan 2009.

Namun, perempuan yang mengaku mendapat tantangan setiap bermain golf ini mengaku belum menemukan kelompok perempuan penyuka golf. Dia mengaku, setiap bermain golf selalu bertemu mitra dari kalangan kaum pria. “Sangat jarang perempuan yang menyukai golf di sini,” katanya.

Di luar golf, lanjutnya, hal yang diminati adalah berwisata alias traveling. Di setiap negara yang dikunjungi, Elsye selalu menyempatkan untuk menikmati keindahan alam plus lapangan golf setempat.

Dia pun pernah terbang khusus ke salah satu negara Eropa hanya untuk menuangkan kecintaannya pada olahraga golf. “Selain golf dan traveling, saya juga menyukai minuman anggur. Saat singgah ke suatu negara, rasanya tak lengkap jika tak mencicipi anggur yang mereka miliki,” papar perempuan yang mengaku sudah menjelajah separuh dari negara-negara yang ada di dunia.

Bisnis Properti

Sementara itu, di perusahaan keluarganya, Blackstell Group, Elsye mempunyai peran yang sangat penting. “Saya diminta mengembangkan bisnis, mulai dari memasarkan produk properti hingga bernegosiasi dan melobi pihak terkait, termasuk calon mitra di tiap daerah yang kami rambah,” ujarnya.

Setelah sempat mengembara di Amerika Serikat dan Taiwan, perempuan peraih Bachelor in Accounting, Chapman University, California, Amerika Serikat pada 1993 ini akhirnya kembali ke Indonesia tahun 2012. Di tanah kelahirannya inilah, dia memantapkan niat untuk berfaedah bagi masyarakat sekitarnya.

Kiprah di pengembangan properti lewat Bliss Group tak semata meraup keuntungan, tapi juga didedikasikan untuk ikut menggerakkan roda perekonomian masyarakat. Belakangan, Bliss Group menjelma menjadi Blacksteel Group, yang fokus pada pengembangan bisnis mal. Kelompok usaha ini menargetkan pembangunan 18 mal sepanjang 2013-2017. Keseluruhan mal tersebut tidak diperjualbelikan, namun hanya khusus untuk disewakan.

“Di Blacksteel Group, saya juga kebagian peran melakukan negosiasi dan melihat potensi pasar di tiap kota yang kami anggap berpotensi, selain memasarkan produk properti mal kami,” tambah perempuan yang sempat menjadi chief executive officer (CEO) Aesthetic Center, Taiwan, pada 1998-2012 ini.

Dia mengaku peran orangtua amat besar dalam membekali dirinya merambah ke bisnis properti. Talenta yang diturunkan dari orangtuanya yang amat kuat adalah kemampuan melihat potensi suatu lahan dan lokasi. “Bakat ini sulit dijelaskan. Tapi, orang tua saya menurunkan talenta itu, sehingga dari 10 proyek, delapan di antaranya tergolong sukses,” katanya.

Menurut Elsye, Blacksteel Group fokus menggarap bisnis inti mal untuk disewakan. Ketika di kawasan mal dibangun hotel atau ruang pusat pertemuan, hal itu merupakan bagian dari menyinergikan fasilitas yang ada untuk mendongkrak pusat ritel sebagai bagian dari gaya hidup masyarakat.

“Bisnis mal yang khusus disewakan memang tingkat pengembalian investasinya jauh lebih panjang ketimbang mereka yang membangun lalu menjualnya secara hak milik,” kata ibu yang menanamkan kedisiplinan ala militer kepada anak-anaknya ini.
Share This Article

Comments ( 1 )

Write Comment

hilman 2014-10-16 00:44:50
Good luck
 

Baca Juga

Appeton Multivitamin Lysine Syrup

Appeton Multivitamin Lysine Syrup merupakan multivitamin penambah nafsu makan bagi anak dengan membangki... Read More

Wardah Exclusive Two Way Cake

Menurut Wardah, hanya cukup dengan satu bedak, wajah Anda tidak hanya terlindungi dari sinar UV yang ber... Read More

Ragam Pilihan Kebutuhan Fashion di Toko Katallog

Pernahkah Anda berkunjung ke Toko Katallog yang berada di Jalan Dipatiukur? Distro ini berbed... Read More