Produksi Gurami di Jawa Tengah Kembali Bergeliat - Inforitel.com 54.82.10.219
 
 

RECENT UPDATE

Appeton Multivitamin Lysine Syrup

Appeton Multivitamin Lysine Syrup merupakan multivitamin penambah nafsu makan bagi anak dengan membangkitkan selera makan. Mengandung vitamin-vitamin dan lysine yang san.. Read More

Wardah Exclusive Two Way Cake

Menurut Wardah, hanya cukup dengan satu bedak, wajah Anda tidak hanya terlindungi dari sinar UV yang berbahaya dan polusi tetapi kulit wajah Anda juga akan terlihat le.. Read More

Ragam Pilihan Kebutuhan Fashion di Toko Katallog

Pernahkah Anda berkunjung ke Toko Katallog yang berada di Jalan Dipatiukur? Distro ini berbeda dengan distro yang lainnya di Bandung. Ketika datang kesini t.. Read More
 
 

Produksi Gurami di Jawa Tengah Kembali Bergeliat

Produksi gurami nasional pada tahun 2013 yang lalu berdasarkan data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) adalah 86.773 ton. Dimana sekitar 11% hasil produksi gurami nasional tersebut dihasilkan dari wilayah Jawa Tengah (Jateng).

Penyebab penurunan produksi gurami di Jateng ini menurut beberapa pelaku menyebutkan kemungkinan akibat terjadi penurunan harga dan permintaan pada paruh kedua 2013. Keluhan tentang penurunan harga itu sempat mencuat di berbagai media massa. Penyebab tertekannya harga itu disinyalir karena terimbas melimpahnya panen gurami dari Jawa Timur (Jawa Timur) yang dikenal murah. Selain itu kemungkinan besar juga dipengaruhi oleh melimpahnya ikan laut hasil tangkapan.

Gurami murah asal Jatim dideteksi hanya masuk ke beberapa pasar saja, terutama di Semarang, Solo, dan Magelang. Namun Imbas isu itu terasa di seluruh Jateng. Kelesuan di pasar gurami konsumsi akan membuat bagian hulu (pembenihan, pendederan, dan penggelondongan) tersendat pula.

Walaupun terjadi penurunan di tingkat provinsi, produksi gurami Kabupaten Banjarnegara sebagai salah satu sentra gurami terbesar di Jateng selain Kabupaten Banyumas, justru naik drastis dari 1.743 ton pada 2012 menjadi 3.015 ton pada 2013. Selain itu juga terjadi perkembangan menggembirakan meski belum signifikan, Kabupaten Sragen yang pada 2012 hanya memproduksi 119 ton gurami pada 2013 mampu meningkatkan produksinya menjadi 140 ton.

Realitas ini membuat para pelaku yakin produksi gurami pasti pulih. Indikatornya adalah dalam kondisi kurang menguntungkan pun Banjarnegara bukan hanya bertahan akan tetapi justru meningkat produksinya.Para pelaku gurami Jateng selatan lebih tenang karena pasarnya Jawa Barat dan Jakarta yang telah mengakui kualitas daging gurami Jateng selatan dengan tekstur yang padat dan tidak bau tanah. Kecil kemungkinan pasar berpaling.

Menurut Rokhan staf seksi Budidaya Air Tawar DKP Jateng, sesaat sebelum terjadi gejolak harga, gurami Jateng harganya menembus Rp 35 ribu/kg. “Beberapa pasar di Semarang diserbu gurami Jatim yang harganya Rp 30 ribu/kg bahkan kurang dari itu,” ungkap Rokhan kesal. Padahal, imbuh Rokhan, gurami Jatim yang masuk jateng dagingnya lembek, susut masak tinggi, lemas, dan cepat mati, sehingga tidak bisa ditampung lebih dari 2 hari oleh pengolah.
Share This Article

Comments ( 0 )

Write Comment

 

Baca Juga

Appeton Multivitamin Lysine Syrup

Appeton Multivitamin Lysine Syrup merupakan multivitamin penambah nafsu makan bagi anak dengan membangki... Read More

Wardah Exclusive Two Way Cake

Menurut Wardah, hanya cukup dengan satu bedak, wajah Anda tidak hanya terlindungi dari sinar UV yang ber... Read More

Ragam Pilihan Kebutuhan Fashion di Toko Katallog

Pernahkah Anda berkunjung ke Toko Katallog yang berada di Jalan Dipatiukur? Distro ini berbed... Read More